KONEKSI ANTAR MATERI NILAI NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

images

Rahmat Ahmad. Calon Guru Penggerak Angkatan 3 Kab.Sidrap

Guru penggerak adalah guru guru hebat yang telah disaring sedemikian rupa dengan potensi yang berbeda beda. Anak kembarpun memiliki perbedaan dikarenakan adanya kodrat yang dimiliki. Dalam Nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid menjadi gabungan nilai yang harus melekat dalam diri seorang guru penggerak. Untuk melengkapi nilai tersebut lahirlah peran.

Sebelum kami mengikuti Pendidikan Guru Penggerak (PGP) pengetahuan kami hanya menganggap guru kita lihat secara umum dalam UU Sisdiknas dan UU Guru dan Dosen. Setelah kami memahami dan mengikuti PGP, disitu kita lihat bahwa sanya peran guru penggerak memiliki kedalaman makna yang syarat akan makna.

Peran GP menjadi pemimpin pembelajaran, disini kita melihat seorang GP membuat keadaan pembelajaran hidup dan penuh motivasi dengan kegiatan yang membuat siswa nyaman dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua. Program pembelajaran yang tidak monoton dilakukan dengan moving class atau dilakukan di taman atau hutan sekolah, atau yang lebih maju saat ini adalah menjadikan study club atau ekstrakurikuler sebagai tempat mendapatkan pelajaran tambahan dengan cara belajar yang berbeda dikelas.

Peran menggerakkan komunitas belajar bisa dilakukan dengan forum Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dimana kita saling berbagi ilmu pengetahuan dan membuat rancangan pembelajaran dalam satu tahun. Selain MGMP kami membuat komunitas belajar lintas mata pelajaran bahkan lintas sekolah. Peran menjadi coach atau pelatih menjadi bekal pribadi dari GP untuk membuat diri kita layak menyandang GP dengan prestasi guru dan pengalaman yang membuat rasa percaya diri tampil depan teman sejawat dengan kepantasan.

Peran mendorong kolaborasi antar guru juga Nampak dengan Menyusun rencana sekolah secara Bersama sama untuk menjamin kualitas dan standard nasional sekolah. Peran mewujudkan kepemimpinan murid adalah muara dari semua peran karena muridlah yang menjadi subjek dan atau objek dari Pendidikan.

Dalam filosofi Ki Hajar Dewantara memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai dan peran guru penggerak dimana seluruh keadaan kita disusun dan diatur oleh tiada lain dari kodrat alam. Keinginan kita, kehendak kita, seluruh keadaan subjektif kita tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kodrat itu. Kodrat menunjuk ke zaman yang lampau dan adalah buta bagi waktu yang akan datang dan akibatnya berhubungan satu sama lain berada dalam perbandingan sebab dan akibat dan akibat itu telah ditentukan sepenuhnya oleh sebab. Sikap Budi Pekerti kita butuhkan dalam mengimplementasikan Filosofi Ki Hajar Dewantara

Dalam buku Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan mengatakan bahwa psychologi positif  yaitu perkataan jiwa yang diartikan sebagai kekuatan yang menyebabkan hidupnya manusia, serta menyebabkan manusia dapat berfikir, berperasaan dan berkehendak (budi), dan lagi pula menyebabkan orang mengerti atau insyaf akan segala gerak jiwanya.

Tentang instinct (naluri), intuisi (ilham), laku dan ilmu dalam hal Pendidikan. KI Hajar Dewantara mengatakan soal Pendidikan itu bukan hanya bersifat pengetahuan dari kaum ahli belaka, akan tetapi suatu soal yang mengenai tiap tiap orang yang hidup Bersama didalam masyarakat, bahkan adalah suatu pekerjaan yang dilakukan oleh tiap-tiap orang, teristimewa oleh mereka yang berputera. Dalam arti yang luas maka Pendidikan itu tidak lain ialah berlakunya pengaruh orang terhadap orang lain dengan maksud memberi kemajuan dalam hal apapun juga. Setelah menyebutkan adanya pengetahuan Pendidikan, praktek Pendidikan dan instinct paedaagogis ( pandangan atau rasa-bathin tentang Pendidikan), masih adalah satu keadaan yang menyebabkan tiap tiap orang itu mempunyai keinginan untuk mendidik anak-anaknya, yaitu dinamakan instinct paedagogis. Instinct (naluri) yaitu kecakapan segala makhluk, baik manusia maupun hewan yang terdapat pada kodratnya sendiri, tidak diajarkan oleh pihak lain, yaitu kecakapan untuk melakukan segala laku yang perlu buat hidup. Misalnya anak bayi yang baru lahir mengisap-isap dengan mulutnya, sehingga dapat mengisap air susu atau lainnya yang perlu dan berguna buat hidupnya. Kesimpulannya karena adanya instinct atau naluri mendidik di dalam jiwa manusia, maka tiap tiap orang ini dapat melakukan Pendidikan terhadap anak-anaknya, jadi dari instinct menjadi praktek. Praktek mendidik itu bagi mereka yang hanya bersandar pada instinct (mengetahui atau merasa di dalam batinnya) tidak akan dapat berlaku dengan baik, karena semuanya laku hanya bersandar “rabaan” belaka  serta subjektif, disamping praktek seharusnya ada theory atau pengetahuan tentang Pendidikan agar dapat terpakai sebagai penunjuk jalan.

Strategi kita dalam mempertahankan nilai nilai dan peran guru penggerak yaitu memulai melakukan perubahan dari yang terkecil seperti bagaimana suasana kelas yang nyaman dan bersih hingga perubahan besar dalam cakupan sekolah dengan melakukan perubahan yang berbicara kepentingan hak dan kewajiban. Guru hebat adalah guru yang senantiasa berkolaborsasi dengan guru hebat lainnya mulai dari lingkungan sekolah sendiri hingga lintas sekolah. Menghidupkan ruang diskusi secar bebas mengungkapkan pendpat dan menyatu pad hal yang telah disepakati . Menajamkan pengetahuan, memperkokoh keadaan dan menghaluskan perasaan dimana seorang guru penggerak dimulai dari tergerak, bergerak dan menggerakkan.

Untuk mewujudkan strategi dibutuhkan orang yang mendukung hal tersebut yaitu keluarga dimana mulai kecil hingga dewasa, anak anak hidup Bersama keluarga. Proses pengalaman bercampur dengan dasar jiwa, pertumbuhan fikiran, dan budi pekerti. Kepala Sekolah sebagai manager disekolah juga memiliki peran yang penting Bersama rekan guru, pegawai, hingga ibu kantin dan satpam. peran serta itu nampak bukan dengan hirarki dari atas kebawah tapi bagaimana seorang GP menebarkan benih benih pengetahuan secara posisi yang sama pentingnya.


TAG

Dipost Oleh wakahumas

wakil kepala sekolah bidang humas

Tinggalkan Komentar