Guru Biologi UPT. SMAN 2 Sidrap Berinovasi dengan Alat Peraga Sistem Pernafasan

images

Inovasi Alat Peraga

Sidenreng Rappang – Pada hari ini Rabu, 22 Januari 2024 kelas XI.4 UPT. SMAN 2 Sidenreng Rappang dipenuhi semangat dan antusiasme siswa ketika belajar sistem pernafasan manusia melalui pembuatan alat peraga. Kegiatan kreatif ini dipandu langsung oleh guru mata pelajaran Biologi, Asrawati Jafar, S.Pd., Gr., di bawah bimbingan kepala sekolah, Siswadi, S.Pd.I., M.Si.

Menggunakan bahan sederhana seperti botol plastik, sedotan, balon, dan lem tembak, siswa diajak memahami mekanisme kerja sistem pernafasan manusia secara praktis. Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan pemahaman siswa terhadap teori pernafasan, tetapi juga meningkatkan keterampilan motorik dan kreativitas mereka.

Langkah-langkah Pembuatan Alat Peraga
Berikut adalah langkah-langkah yang diajarkan oleh Asrawati Jafar dalam pembuatan alat peraga pernafasan:

  1. Potong botol menjadi dua bagian. Gunakan gunting atau cutter untuk memotong botol plastik secara hati-hati.
  2. Tandai dan bolongi tutup botol. Gunakan pulpen untuk menandai titik pada tutup botol, lalu buat lubang menggunakan paku atau alat lainnya.
  3. Bentuk sedotan. Gunting bagian atas sedotan menjadi bentuk V untuk mempermudah aliran udara.
  4. Rekatkan dengan lem tembak. Sambungkan sedotan yang sudah dibentuk dengan lem tembak agar kuat dan tidak bocor.
  5. Siapkan dua balon. Potong ujung balon berwarna sama, lalu pasang di ujung sedotan, dan ikat menggunakan karet agar balon tetap terpasang.
  6. Masukkan ke dalam botol. Tempatkan sedotan beserta balon ke dalam botol yang sudah dipotong dan pasang kembali tutup botol.
  7. Gunakan balon berbeda. Potong balon berwarna berbeda dan pasang pada ujung botol sebagai pengganti diafragma.
  8. Rekatkan dengan lakban. Pastikan semua sambungan rapat menggunakan lakban untuk menghindari kebocoran udara.
  9. Simulasikan sistem pernafasan. Tarik bagian bawah balon untuk memperlihatkan proses memasukkan udara (menghirup oksigen) ke dalam "paru-paru" buatan.

Kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya pembelajaran berbasis praktik dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep biologi. Melalui alat peraga sederhana, siswa dapat melihat bagaimana sistem pernafasan bekerja, termasuk fungsi paru-paru dan diafragma.

Menurut Asrawati Jafar, metode ini diharapkan mampu membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. “Alat ini adalah salah satu cara kami untuk membantu siswa memahami mekanisme pernafasan secara langsung. Semoga pengalaman ini dapat membekas dan memperkaya wawasan mereka,” jelasnya.

Kepala sekolah, Siswadi, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru di UPT. SMAN 2 Sidenreng Rappang. “Kami selalu mendukung kegiatan seperti ini karena mampu meningkatkan kreativitas guru dan siswa, sekaligus menjadikan pembelajaran lebih bermakna,” tuturnya.

Dengan kreativitas dan inovasi seperti ini, diharapkan pembelajaran Biologi semakin relevan dan memberikan manfaat nyata bagi siswa di masa depan. (Rsl)


TAG

Dipost Oleh wakahumas

wakil kepala sekolah bidang humas

Tinggalkan Komentar